PENGARUH DESAIN KEMASAN BUBUK KEDELAI INSTAN MARASAKE TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN MENGGUNAKAN METODE DISKRITIF KUANTITATIF PADA MAKARTI POMOSDA TANJUNGANOM NGANJUK

  • Evi Nurbaya
  • Agustin Sukarsono

Abstract

Dalam kemasan suatu produk, pemberian kemasan bisa berarti kecil maupun besar sesuai dengan jenis produknya. Kalangan pemasaran menganggap masalah kemasan sebagai faktor kelima setelah 4P “Price, Place, Product, Promotion”. Ini berarti menunjukkan betapa pentingnya peranan kemasan didalam memasarkan produk-produk perusahaan. Dengan ini peneliti ingin mengetahui bagaimana pengaruh kemasan dengan variable bahan kemasan, daya tarik visual, daya tarik praktis dan etika kemasan terhadap keputusan pembelian dan variable mana yang dominan. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode penelitian kuantitatif. Sampel yang digunakan adalah aksidental sampling pada konsumen di lingkungan POMOSDA dan masyarakat sekitar desa Tanjunganom yang merupakan konsumen terdekat dari produk Bubuk Kedelai Instan Marasake. Alat analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda. Untuk menguji hipotesis digunakan koefisien determinasi uji F (uji simultan) dan uji t (uji parsial). Dari hasil analisis diketahui bahwa variable bahan kemasan, daya tarik visual, daya tarik praktis dan etika kemasan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap keputusan pembelian, yang dibuktikan dengan besarnya F hitung> F Tabel (5,612 > 3,94).  Sedangkan secara parsial diuji dengan uji t diketahui variable bahan kemasan dan daya tarik visual memiliki pengaruh yang signifikan karena memiliki t hitung> t table. Untuk varibel daya tarik praktis dan etika kemasan, kurang memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keputusan pembelian karena memiliki nilai t hitung< t table. Variabel bahan kemasan, daya tarik visual, dayatarik praktis dan etika kemasan mampu mempengaruhi keputusan pembelian sebesar 43,3% sedangkan 56,7% dipengaruhi oleh faktor lain diluar model. Secara terpisah (parsial) pengaruh variabel-variabel kemasan terhadap keputusan pembelian diuraikan sebagai berikut:Variabel bahan kemasan (X1) sebesar 21.5%, variable daya tarik visual (X2) sebesar 42.0%, variable daya tarik praktis (X3) sebesar 15.2%, dan variable etika kemasan (X4) sebesar 10.1%. Dari hasil ini dapat diketahui bahwa variable kemasan yang paling dominan mempengaruhi keputusan pembelian konsumen adalah variable daya tarik visual.
Published
2017-04-29
Section
Articles