ANALISA PENGENDALIAN KUALITAS PRODUK GULA KRISTAL PUTIH DENGAN METODE SEVEN TOOLS

  • Lailatus Sholiha
  • Achmad Syaichu

Abstract

Adanya MEA dan rencana swasembada gula nasional tahun 2019 yang  mengharuskan pabrik gula di Indonesia mampu memenuhi kebutuhan gula nasional dengan kualitas premium dan dengan harga yang rendah membuat Pabrik Gula Lestari patianrowo nganjuk, meningkatkan kualitas produk gula yang dihasilkan. Akan tetapi, pada kenyataannya masih terdapat banyak cacat pada 2014 yang melebihi spesifikasi dari perusahaan. Jenis cacat yang terjadi pada periode2014 adalah cacat scrap sugar basah, abu dan krikilan, serta molasses sugar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengendalian kualitas Gula Kristal Putih di pabrik gula Lestari Patianrowo Nganjuk, dengan menggunakan metode seven tools. Dimana dengan menggunakan metode tersebut dapat mengidentifikasi permasalahan dan mengetahui faktor-faktor penyebab terjadinya kecacatan serta akar penyebab permasalahan agar didapatkan solusi untuk perbaikan kualitas produk Gula Kristal Putih. Hasil dari checksheet menunjukkan bahwa periode 2014dimana perhitungan dari rata-rata proporsi cacat mencapai 0.008, sedangkan ketetapan dari perusahaan adalah proporsi cacat harus 0 atau zero defect. Untuk histogram menunjukkan bahwa sebaran data semakin longgar kearah kanan. Berdasarkan diagram pareto, fokus perbaikan adalah pada jenis cacat scrap sugar basah (42.3%) serta jenis cacat abu dan krikilan (34.7%). Berdasarkan scatter diagram menunjukkan bahwa korelasi antara variabel x (Jumlah produksi) dan variabel y (jumlah cacat) adalah positif. Berdasarkan cause effect diagram dengan analisa five why faktor penyebab jenis cacat adalah faktor manusia, bahan baku, mesin, metode, dan lingkungan kerja.

Published
2017-06-15
Section
Articles