ANALISA KELAYAKAN USAHA BUDIDAYA KANGKUNG DARAT DI AGRO KOMPLEK JAPO MENGGUNAKAN POLA PTSA

  • Ahmad Dwi Santoso
  • Achmad Syaichu

Abstract

Kangkung adalah salah satu sayuran yang sangat digemari masyarakat Indonesia. kangkung merupakan salah satu sayuran yang banyak dikosumsi masyarakat Karen harganya relatif terjangkau. Komoditi ini membuat  usaha budidaya kangkung memiliki prospek yang sangat menjajikan, baik dari segi permintaan maupun harga jualnya. Di Jatayu POMOSDA Budidaya kangkung dengan pola PTSA cukup menjanjikan, dimana harga jual harga jual Kangkung ukuran konsumsi berkisar Rp. 25.000 – Rp. 3.000 /kg. Perhitungan analisa usaha meliputi: Keuntungan, R/C Ratio, Payback Period (PP) dan Break Even Point (BEP). Hasil perhitungan analisa usaha budidaya kangkung di agrokompleks  di POMOSDA diperoleh  Keuntungan berkisar; Rp. 971.875 – Rp. 1.252.300 per periode. R/C ratio berkisar: Rp. 2,17 – Rp. 2,6 Payback period berkisar: 0,39 – 0,46  per 3 bulan. Break event point: Rp. 934,6 – Rp. 1.380,2 /kg.

Published
2020-04-09
Section
Articles